SSD vs HDD bukan cuma soal kecepatan — tapi juga soal umur, ketahanan, dan nilai jangka panjang. Di Riz.Net, 6 dari 10 servis kerusakan data disebabkan oleh **kegagalan HDD yang tidak terdeteksi sejak dini**. Sementara itu, SSD justru lebih tahan terhadap guncangan, panas, dan penggunaan intensif. Panduan ini akan membandingkan keduanya secara objektif — dan membantu Anda memilih yang **paling awet dan sesuai kebutuhan**.
💡 Fakta Teknis dari Riz.Net: HDD rata-rata bertahan **3–5 tahun** dengan penggunaan normal. SSD berkualitas bisa bertahan **5–8 tahun** bahkan lebih — terutama jika tidak dipakai untuk write berat terus-menerus.
- ✅ Menggunakan piringan magnetik (platter) yang berputar
- ✅ Ada kepala baca/tulis (actuator arm) yang bergerak fisik
- ❌ Rentan rusak akibat guncangan, jatuh, atau debu
- ❌ Lebih panas dan boros daya (terutama di laptop)
- ✅ Tidak ada bagian bergerak — semua berbasis chip NAND flash
- ✅ Tahan guncangan, getaran, dan temperatur ekstrem
- ✅ Lebih cepat, lebih dingin, dan hemat baterai
- ❌ Harga per GB masih lebih mahal (meski selisihnya makin kecil)
⚠️ Peringatan Penting: Jangan simpan data penting di HDD tanpa backup! HDD bisa mati tiba-tiba tanpa peringatan. Di Riz.Net, biaya recovery data HDD rusak bisa mencapai Rp1–3 juta.
Perbedaan nyata terasa di:
- ✅ Waktu boot Windows: HDD (45–90 detik) vs SSD (8–15 detik)
- ✅ Buka aplikasi berat (Photoshop, Excel besar): 2–5x lebih cepat di SSD
- ✅ Transfer file: SSD NVMe bisa 5–7x lebih kencang dari HDD
Mitos: “SSD cepat rusak karena write limit.” Fakta: SSD modern punya **TBW (Total Bytes Written)** sangat tinggi.
- SSD 500GB kelas konsumen: TBW sekitar 300TB — artinya, Anda harus menulis 80GB/hari selama 10 tahun baru habis masa pakainya!
- HDD: Tidak punya batas write, tapi mekanisme fisiknya rentan aus — terutama bearing motor dan head actuator
💡 Tips Teknisi: Untuk laptop yang sering dibawa jalan, **SSD wajib hukumnya**. Risiko kerusakan HDD akibat guncangan di tas sangat tinggi. Di servis kami, 70% HDD rusak berasal dari laptop yang sering dibawa.
| Jenis | Harga (1TB) | Umur Rata-Rata | |-------------------|--------------|----------------| | HDD 2.5" (Laptop) | Rp 850.000 | 3–4 tahun | | SSD SATA | Rp 1.100.000 | 5–7 tahun | | SSD NVMe Gen3 | Rp 1.350.000 | 6–8+ tahun |
Kami menyarankan:
- ✅ PC/Laptop lama (2015–2020): Upgrade ke SSD SATA — perubahan performa luar biasa!
- ✅ Laptop gaming/kerja berat: SSD NVMe PCIe Gen3/Gen4
- ✅ Penyimpanan arsip (film, backup): Tetap pakai HDD eksternal — murah & besar
SSD Rekomendasi (Beli di Shopee):
- Kingston NV2 1TB NVMe PCIe Gen4 — Rp 1.349.000
- WD Blue SN580 1TB (Garansi 5 Tahun) — Rp 1.299.000
- Samsung 870 EVO 1TB SATA SSD (Premium) — Rp 1.799.000
Layanan Upgrade SSD di Riz.Net (Jakarta):
- Install SSD + Migrasi Sistem (Windows & Data): Rp150.000
- Backup Data + Clone HDD ke SSD: Rp125.000
- Paket Komplit (SSD 500GB + Jasa + Garansi 1 Tahun): Rp899.000
✅ SSD original dengan garansi resmi
✅ Garansi jasa 30 hari
✅ Laptop tidak perlu dititip — selesai dalam 1–2 jam!
Segera upgrade jika:
- 🌀 Laptop/PC sering hang saat buka file
- ⏳ Booting Windows lebih dari 1 menit
- 🔊 Terdengar suara “klik” atau “derit” dari HDD
- ⚠️ Sering muncul error “disk read error” atau blue screen
💡 Promo Khusus Pembaca Artikel Ini:
Tunjukkan artikel ini di WhatsApp (0822-5766-0240) dan dapatkan:
- ✅ Diskon 20% untuk jasa migrasi sistem
- ✅ Gratis backup data (maks. 200GB)
- ✅ Konsultasi gratis pemilihan SSD sesuai budget
Berlaku hingga 31 Desember 2025. Booking via WhatsApp wajib.

