Laptop gaming Anda cepat panas, performa turun saat main game, dan baterai habis dalam 1 jam? Ini bukan karena kualitas buruk — tapi karena pabrik menyetel voltase CPU/GPU terlalu tinggi untuk “stabilitas maksimal”. Solusinya: Undervolting — teknik menurunkan voltase tanpa mengurangi clock speed. Hasilnya? Suhu turun **10–20°C**, baterai lebih awet, dan umur hardware lebih panjang — **tanpa kehilangan performa!** Panduan ini menjelaskan cara aman melakukannya, bahkan untuk pemula.
💡 Fakta Teknis dari Riz.Net: Di 200+ laptop gaming yang kami servis, 70% mengalami thermal throttling berat. Setelah undervolting, suhu rata-rata turun 15°C dan FPS di game stabil 20–30% lebih tinggi dalam sesi panjang.
Undervolting adalah menurunkan tegangan listrik (Vcore) yang dikirim ke CPU/GPU. CPU modern dirancang untuk bekerja pada rentang voltase. Pabrik memberi “margin aman” ekstra — yang justru membuat panas berlebih. Dengan undervolting, Anda menghapus margin berlebih itu — **tidak mengurangi performa, tapi mengurangi panas & konsumsi daya**.
⚠️ Ini **bukan overclocking** — jadi tidak memperpendek umur hardware. Bahkan sebaliknya!
Undervolting tidak didukung di semua laptop modern karena kebijakan Intel/AMD:
- ✅ Intel CPU (2018–2022): Generasi 8–12 (Kecuali seri H/HX terbaru di Windows 11 22H2+)
- ✅ AMD Ryzen (2019–2023): Generasi 3000–7000 (via Ryzen Controller atau BIOS)
- ❌ Intel 13th/14th Gen (Raptor Lake): Tidak bisa undervolt via software di Windows 11 terbaru (perlu BIOS mod)
⚠️ Peringatan Penting: Jika laptop Anda tidak mendukung undervolting, jangan paksa! Gunakan alternatif seperti limit TDP* atau **power limit* via ThrottleStop/MSI Afterburner.**
3. Undervolting CPU dengan ThrottleStop (Intel)
Unduh ThrottleStop dari situs resmi (techpowerup.com) Buka > centang “Unlock Adjustable Voltage” Klik FIVR > turunkan “Offset Voltage” untuk: CPU Core: mulai dari -50 mV CPU Cache: sama dengan Core Klik Apply Uji stabilitas dengan game atau Prime95 selama 15 menit Jika tidak crash, turunkan lagi per -10 mV hingga mentok (biasanya -80 s/d -120 mV) 4. Undervolting GPU dengan MSI Afterburner (NVIDIA & AMD)
Instal MSI Afterburner + RivaTuner Buka > klik Settings (roda gigi) > centang “Enable voltage control” Klik OK > restart MSI Afterburner Buat kurva voltase (Voltage-Frequency Curve) Turunkan titik di sekitar boost clock (misal: 1800MHz) sebesar -50 mV Klik Apply > uji dengan game
💡 Tips Teknisi: Jangan turunkan voltase terlalu agresif! Jika muncul artefak grafis, layar hitam, atau crash, segera kembalikan ke setting aman. Undervolting ideal adalah yang stabil selama 2 jam gaming berat.
5. Simpan Profil & Jalankan Otomatis Saat Startup
Agar setting tetap aktif setelah restart:
ThrottleStop: File > Save As Profile > centang “Start Minimized” + “Minimize on Close” Tambahkan ke Startup folder Windows (Win + R > shell:startup) MSI Afterburner: Settings > “Start with Windows” + “Apply overclocking at system startup”
Software & Aksesori Pendukung (Shopee): Cooling Pad Laptop DeepCool N200 (2 Kipas 140mm) — Rp 189.000 Thermal Paste Arctic MX-6 (8.5 W/mK, 8 Tahun Tahan) — Rp 75.000 Buku Digital “Optimasi Laptop Gaming” (PDF + Video) — Rp 49.000
Kapan Harus ke Teknisi?
Segera servis ke Riz.Net jika:
🔥 Suhu tetap di atas 90°C meski sudah undervolt 🌀 Laptop sering crash setelah undervolting ⚠️ Tidak yakin cara setting kurva voltase

